[Fanfiction] A Falling Star


A FALLING STAR

 a falling star3 copy

Author : Dennha Park ( @oriagmateukyu )

Cast : Kim Heechul, Girl as You

Genre : Romance

Lenght : Ficlet

Note : Lagi-lagi hanya bisa bikin FF gini TvT Harap maklum ya. Ga dapat feel dengan Heechul soalnya. Kalo ga suka jangan dibaca ya !

======================================================

Paris. Banyak orang yang mendefenisikan bahwa Paris adalah kota teromantis di dunia, bahwa Paris adalah salah satu kota yang indah di dunia. Saat ini Salju sedang turun menyelimuti dataran Paris. Walaupun udara sangat dingin tetapi menara eiffell tetap saja menawan dengan lampu kerlap kerlipnya yang indah di malam hari.

Namun lampu indah itu tidak dapat meluluhkan hati seorang gadis yang sedang duduk di sebuah kursi di sekitar menara. Hatinya sama kosongnya dengan langit malam yang terlihat kosong tanpa bintang. Gadis itu mendesah berat. Udara dingin semakin menusuk lehernya yang tidak menggunakan scraft. Dia menyesali kenyataan bahwa dia melupakan benda itu saking bersemangatnya dia datang ke sini tiga jam yang lalu.

Gadis itu merasa seharusnya dia tidak mudah di tipu. Apalagi di tipu berkali-kali dengan orang yang sama. Tetapi sekeras apapun dia berusaha untuk menahan diri, pada akhirnya dia tetap tidak bisa tinggal diam saja dengan segala yang berhubungan dengan lelaki itu, segala yang berhubungan dengan Kim Heechul.

Kim Heechul pernah berkata akan menemaninya pada malam natal tahun lalu tetapi pria itu malah menghabiskan malam natalnya bersama Heebum, kucingnya. Lalu Kim Heechul pernah berkata tidak akan meninggalkannya sendirian di pesta itu namun kenyataannya pria itu malah pergi ke sudut ruangan lain dan mengobrol dengan teman-temannya. Padahal Kim Heechul sendirilah yang memintanya untuk menemaninya datang ke pesta itu karena takut merasa sendirian.

Dan belum cukup 24 jam yang lalu Kim Heechul berjanji akan menemuinya di sini, di sekitar menara eiffell ini. Sudah hampir lewat 4 jam dia menunggu namun hati gadis itu yakin bahwa Kim Heechul akan datang seberapa terlambatnya dia.

Sungguh Kim Heechul sebenarnya adalah orang yang baik. Walaupun dia tidak segan-segan meneriaki orang yang menurutnya salah. Kim Heechul hanya tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan apa yang dia rasa secara gamblang sehingga dia hanya bisa mengungkapkan isi hatinya dengan cara bertingkah aneh.

Kim Heechul juga adalah manusia yang mempunyai perasaan meskipun banyak orang yang menyebutnya sebagai ‘Evil’. Dia hanya merasa kesepian sehingga selalu terlihat ceria di depan orang-orang yang merasa kelakuannya itu terlalu aneh juga.

Gadis itu termenung, dia terlalu memahami Kim Heechul dibanding siapapun bahkan orang tua Kim Heechul itu. Dia memandang ke langit, percaya tidak percaya gadis itu melihat sebuah bintang jatuh. Seperti yang dikatakan orang-orang tentang bintang jatuh, gadis itu cepat-cepat menyebutkan permintaannya. Walaupun sebenarnya dia tidak terlalu percaya kepada legenda bintang jatuh.

Tiba-tiba ponsel yang tersimpan di saku jaketnya bergetar. Buru-buru dia membuka pesan singkat yang masuk itu.

‘Maaf membuatmu menunggu lagi. Tidak keberatan untuk naik ke menara Eiffel?’

Pesan dari Kim Heechul. Gadis itu mengulum senyumnya. Tanpa ragu dia beranjak dari kursinya dan mulai berjalan ke arah menara Eiffel meskipun salju terus membuat dingin udara Paris. Setelah dia berada di atas, sebuah pesan kembali masuk.

‘Tutup matamu^^’

Gadis itu terlihat bingung namun dia tetap mengikuti perintah dari orang yang mengirim pesan itu. Lalu sedetik kemudian dia merasakan ada sebuah benda halus yang menyentuh kulit lehernya.

“Jangan membuka matamu dulu,” suara itu membuat gadis sedikit terkejut. Terkejut karena merasakan pemilik suara itu berada dekat dengannya. Kim Heechul meraih tangan gadis itu dan menuntunnya berjalan sedikit.

“Sekarang kau bisa membuka matamu,” kata Kim Heechul berbisik. “Lihat ke bawah.” Gadis itu membuka matanya dan menahan nafasnya saat melihat kebawah. Ada banyak lampu yang berjejer di bawah sana dan membentuk kalimat ‘Marry Me?’

Bisakah gadis itu berharap?

“Maaf kan jika selama ini aku membuatmu menunggu. Aku selalu melupakan semua janjiku padamu. Maka kuputuskan untuk mengikatmu disisiku agar kau bisa setiap hari mengingatkanku apapun yang ku lewatkan. Would you?”

Kim Heechul menatap gadis itu penuh harap.

“Yes, I do.”

Senyum mengembang di wajah keduanya. Gadis itu sekarang percaya tentang bintang jatuh. Bahwa siapa saja yang mengucapkan harapannya saat melihat bintang jatuh maka harapannya akan terkabul. Harapan gadis itu hanya sebuah harapan yang simple.

‘I want to be happy, God.’

End

06 Desember 2012

23:32 PM

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s