[Fanfiction] Second 1004


Author           : Dennha Park (@nabilagaemgyu)

Main Cast     : Cho Kyuhyun dan Park Yong Na

Genre             : (?)

Disclamer     : I make this from my own thinked. If you don’t like this story, JUST LEAVE. Or GO AWAY.

Note                           : Sumpah .. saya stress. Besok sudah UTS tapi nda ada yang masuk di otak? Kalo ada Typo harap dimaklumin karena typo itu manusiawi katanya seseorang yang saya kenal.

==================================================================

“Berhenti berjalan mondar-mandir seperti itu. Membuat kepalaku pusing saja,” Yong Na membentak namja yang sudah datang ke apartemennya ini sejak 2 jam lalu tapi hanya berjalan mondar mandir di depannya.

Kyuhyun menatap Yong Na yang sedang mengerjakan skripsinya di depan komputernya.

“Apa? Ada yang ingin kau bicarakan. Katakan!” kata Yong Na ketus. Hari ini Yong Na lagi PMS. Ditambah lagi skripsinya yang harus sudah selesai dua hari lagi. Bukan hanya hari ini, moodnya sudah memburuk sejak sebulan yang lalu.

“Aniya. Kerjakan saja tugasmu itu.” Kyuhyun akhirnya memilih untuk menghempaskan tubuhnya ke atas sofa di dekat Yong Na. Dia menghela nafas. Memang ada sesuatu hal yang ingin dikatakannya pada gadisnya itu. Tapi kelihatannya Yong Na sedang tidak bisa di ajak berbincang dulu hari ini. Tapi ini sudah ke sembilanpuluh tiga kalinya dia menahan dirinya untuk tidak mengatakannya pada Yong Na. Kyuhyun takut jika disimpan terlalu lama, akan menjadi jamuran nantinya.

Kyuhyun sudah menjadi kekasih Yong Na sejak gadis itu masih duduk di bangku Sekolah Menengah ke atas. Sehingga membuat Kyuhyun tahu seluk beluk, silsilah Yong Na. Walau dia tidak pernah mendengar kata cinta Yong Na, Kyuhyun tahu gadis itu tidak bisa hidup tanpanya, setidaknya setelah dia mengenal Kyuhyun.

Yong Na lebih suka menyimpan perasaannya sendiri tanpa ingin membaginya dengan orang lain. Tapi Kyuhyun selalu mempunyai cara untuk membuat Yong Na mencurahkan masalahnya jika dia punya masalah. Membaginya bersama Kyuhyun, paling tidak ada orang yang bisa ditempatinya bercerita. Namun, Yong Na tetap menutup dirinya dari dunia.

Gadis itu dibiarkan terlalu lama sendiri. Sejak SMP, Yong Na sudah tinggal sendirian di apartemennya sementara orangtuanya tinggal di pulau berbeda dengannya. Yong Na hidup dalam kesepian hingga membuat dirinya tertutup dan merasa dia tidak membutuhkan orang lain di hidupnya. Kyuhyun ingin hidup Yong Na menjadi lebih baik.

“Nona Park. Ingin menemaniku berjalan-jalan di sungai Han?” Kyuhyun bangkit dari sofa dan berjalan ke arah Yong Na.

“Tidak. Tidak, aku sibuk. Kau pergi sendiri saja,” sergah Yong Na sambil tetap mengetikkan sesuatu di keyboard komputer.

“Ayolah. Kau bisa gila jika begini terus.” Kyuhyun menarik tangan Yong Na hingga dia berdiri dari kursinya. “Biarkan otakmu jernih sebentar. Nanti aku akan membantumu menyelesaikannya.”

***

Dengan pasrah, Yong Na membiarkan Kyuhyun menuntun tangannya keluar dari apartemen. Pikirannya sembrawut, tidak terkontrol. Rasanya dia ingin menghilang sebentar dan melupakan urusan dunianya.

Ternyata ajakan Kyuhyun tidak membuatnya menyesal. Menikmati semilir angin sore bisa membuat otaknya sedikit cerah. Kyuhyun masih menggenggam tangannya erat. Kyuhyun selalu tahu apa yang sebenarnya dia inginkan. Tidak seperti Ibunya yang terus menerornya lewat telepon untuk terus belajar. Tidak seperti Ayahnya yang terus memaksanya menyelesaikan kuliah dengan cepat. Bukankah semua itu butuh waktu?

Selama ini Yong Na selalu merasa seperti burung yang terkurung di dalam kandangnya. Sebenarnya bukan terkurung, tapi mengurung dirinya sendiri dari dunia luar. Dia tidak pernah percaya pada orang lain.

Jika bukan karena seseorang yang begitu disayanginya pergi meninggalkannya, Yong Na pasti tumbuh dengan normal. Mempunyai teman dan bisa tertawa dengan baik. Trauma masa kecil membuat jiwanya masih sering memberontak ketakutan.

Jika bukan karena kakaknya yang paling berharga baginya, Yong Na bisa hidup seperti orang-orang pada umumnya. Hatinya seperti ikut tertusuk saat melihat seseorang berpakaian hitam-hitam membunuh kakaknya tepat didepan matanya.

Yong Na tidak tahu, mengapa orang-orang tersebut membunuh kakaknya. Mereka memukuli seluruh tubuh kakaknya dan menendangnya seperti binatang. Yong Na masih kecil saat itu terjadi. Tapi pengaruhnya terbawa hingga dia beranjak dewasa.

Dia menjadi takut jika berada di luar rumah pada malam hari sendirian. Dia menjadi pendiam dan tidak banyak bicara. Dia menjadi lebih sering menyendiri dan menyimpan apa yang dirasakannya tanpa mau membaginya, pada Ibunya sekalipun.

Dan orang yang kini menggenggam tangannya adalah orang pertama yang bisa dipercayanya setelah kakaknya meninggal. Kyuhyun banyak membawa perubahan pada dirinya. Yong mulai bisa bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya. Paling tidak memberikan senyum pada penghuni di seberang apartemennya ketika mereka berpapasan. Dan Yong Na tidak ingin kehilangan malaikat keduanya lagi.

***

“Merasa lebih baik?”

Yong Na tersenyum dan mengangguk.

“Hal akan menjadi mudah jika kau menghadapinya dengan hati ringan. Seberat apapun masalahmu, akan menjadi mudah jika kau membaginya dengan orang lain. Jika tidak bisa dengan orang lain, mulailah membaginya denganku, ara?”

“Arasso.”

“Kalau begitu kajja. Aku akan mengajakmu ke tempat yang lain.”

“Tapi tugasku belum selesai, Cho Kyuhyun-sshi.”

“Ckck… aku yang akan menyelesaikannya. Jadi hilangkan tugasmu itu dari otakmu, Park Yong Na-sshi.”

Yong Na tertawa. “Kalau begitu sekalian kerjakan tugasku yang lain ya. Gomawo.”

“Licik.”

“Hahaha.”

KKEUT

[ Hot Sunday , October 07, 2012 | 11:02 ]

One thought on “[Fanfiction] Second 1004

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s