[NaKyu Moment] : LET ME BE THE ONE


Title : : [NaKyu Moments] Let Me Be The One

Author :: Dennha Park

Cast :: Cho Kyuhyun and Park Yong Na (Me)

Disclaimer :: Cho Kyuhyun belongs to Him self and Yong Na belong to Me . I don’t make money from this. Please don’t sue me. And the poster are mine.

Warning : If you don’t like

DON’T OPEN, DON’T READ.

Happy Reading ^^

 

******************

Awal petama aku melihatnya saat dia memberikan kata penyambutan bagi murid baru mewakili kelas 2.Umurnya 1 tahun diatasku. Dia sangat baik pada semua orang termasuk padaku. Dia sangat popular di sekolahku. Bagaimana tidak dia adalah anak dari Kepala Sekolah di sini. Selain itu, dia juga merupakan salah satu siswa yang terpintar di Param High School ini. Dan sebagai pelengkapnya dia mempunyai wajah yang tampan. Bagiku dia lebih tampan dari pada Justin Bieber.

Karena aku seorang ketua Osis di sekolahku, jadi banyak sekali tugas yang harus aku selesaikan saat itu juga. Jadilah seharian itu aku berkutat dengan pekerjaanku sebagai ketua Osis sampai matahari terbenam aku masih berada di sekolah. Itulah resiko jika menjadi ketua Osis, harus pintar membagi waktu.

KRING!!!! KRING!!! Ponselku bordering. Lalu segera ku lihat layarnya. Ternyata dari Umma.

“Yeobseyo? Ne, gwencanayo!. Umma tak perlu khawatir. Gwencahana. Aku akan pulang setelah ku bereskan semua ini. Ne, aku tahu. Ok! Annyeong!”

Klik! Aku menyudahi teleponku dengan Ummaku dan menaruh ponselku kembali ke atas meja. Umma sangat mengkhawatirkanku. Yah, seperti yang ku bilang tadi, inilah resikonya.

Badanku terasa pegal. Ingin rasanya aku merebahkannya sebentar. Dan kepalaku terasa penat. Tapi aku harus menyelesaikan semua pekerjaan ini, jika tidak besok akan lebih banyak tugas yang harus ku kerjakan. Aku tak suka untuk menumpukkan tugas. Jika aku masih bisa mengerjakannya pasti akan ku lakukan.

Hampir tengah malam aku baru menyelesaikan semua pekerjaan itu. Keadaan sekolah saat itu sangat sepi dan lampu-lampu di bagian dalam sekolah sudah padam. Hanya ada satu dua lampu yang masih menyala. Aku sangat takut dengan keadaan seperti ini. Setelah mengemasi barang-barangku, aku bergegas keluar dari ruangan OSIS yang berada di lantai dua.

Ketika aku mau melangkah menjauhi ruangan OSIS, aku mendengar suara-suara berisik di belakangku. Segera aku membalikkan tubuh ku belakang.

Tak ada siapapun disana.

Sepi.

Apakah ada hantu di sekolah ini? Aku lalu teringat cerita temanku tentang seorang siswi dulu yang tewas bunuh diri di dalam toilet karena cintanya di tolak oleh seorang siswa yang juga dulunya bersekolah dini. Dan kabarnya rohnya sedang bergentayangan di sekitar sekolah ini?

“ARGGGHHH… Hantu!!”  teriakku. Aku memang penakut. Yah, aku terima itu. Yang ada di dalam pikiranku saat ini adalah segera berlari dan keluar dari gedung sekolah yang besar ini.

Ku ayunkan kakiku dengan cepat menuju tangga yang ada di dekat ruanganku. Saking terburu-burunya aku berlari aku hampir terjatuh di tangga. Samar-samar ku dengar ada suara langkah kaki yang terdengar sangat cepat. Itu yang membuatku semakin ketakutan. Dan juga membuatku semakin cepat berlari menuju pintu keluar. Jantungku berdetak tak karuan. Keringatku sudah turun bercucuran di wajahku.

            Sedikit lagi.

Ya, sedikit lagi.

Dan akhirnya sekarang aku telah berada di halte bis dan aku pun bisa bernafas lega.Lalu ku lirik jam di tanganku. Pukul 24.00 tengah malam. Udara di sini juga sangat dingin, bagaimana saat ini musim dingin belum berakhir.

Ah, sudah tepat tengah malam. Amma dan Appaku sudah pasti khawatir memikirkanku. Jalan raya udah agak lenggang. Hanya ada sedikit kendaraan yang berlalu lalang. Aku duduk sendirian di sini menunggu bis datang. Tapi aku tak tahu apakah masih ada bis yang mau mengantarku pulang jam segini. Mungkin saja supirnya sudah terbuai oleh mimpi di rumah mereka.

Aku lalu membuka tasku untuk mengambil ponselku. Ku aduk-aduk isi tasku, tapi tak ku dapat ponselku itu. Omona, aku baru ingat. Aku lupa mengambil ponselku yang ku letakkan di atas mejaku setelah menerima telpon dari ummaku! Aigoo~, aku bisa mati kedinginan jika terus berada di sini.

Sekarang aku harus bagaimana? Masa sih aku harus menunggu bis datang? Dan aku sendiri ragu apakah masih ada bis tengah malam begini? Atau apakah aku harus berjalan kaki sampai dirumah?

Akhirnya setelah bergelut dengan pikiranku sendiri tentang bagaimana aku bisa pulang dengan selamat sampai di rumah. Aku memutuskan untuk berjalan kaki sampai dirumah. Walaupun jarak sekolah ke rumahku tidak bisa di bilang dekat, tapi apa dayaku? Daripada harus menunggu bis yang tak jelas akan datang atau tidak itu, aku memutuskan jalan kaki saja. Sambil berjalan aku gosokkan ke dua tanganku. Dingin. Sialnya lagi aku tak memakai baju hangatku. Ku pikir kejadiannya tidak akan seperti ini.

Belum beberapa langkah kaki aku berjalan dari halte bus, ada sebuah mobil berhenti di sampingku dan akupun turut berhenti berjalan. Seseorang keluar dari mobil itu kemuadian dia berjalan mendekatiku. Dan sekarang dia berdiri tepat di hadapanku. Aku mengenali orang itu.

CHO KYUHYUN~

Ya~ aku terasa seperti melayang di atas awan. Rasa dingin yang menderaku tak terasa seketika. Tak pernah ku sangka aku bisa berada dekat dengannya dan oh astaga dia mengajakku berbicara.

“Ya, kamu Park Yong Na, kan?”

Dan astaga dia menyebut namaku. Aku hanya bisa menganga sambil menatapnya.

“ya~, apakah kau mendengarku? Dia melambai-lambaikan tangannya dan akupun langsung sadar diri.

Eh! Apa? Mian… apa yang barusan yang kau katakan?” suaru sedikit bergetar dan menatapnya. Omo, aku baru menyadari dia lebih kelihatan tampan bila di perhatikan dari dekat.

Kyuhyun P.O.V

“Aku bilang kamu yang bernama Yong Na?” dasar bodoh. Sebenarnya aku sudah tahu siapa namanya. Tapi karena 1 hal dan lainnya alias gak ada ide mau ngomong apa, jadi deh pertanyaan ku seperti itu.

            Ku lihat dia berpikir sejenak. Dia tampak terkejut.

“Ne, benar aku yang bernama Yong Na, ada apa kau mencariku?”

Aku lalu mengeluarkan sebuah ponsel dari saku celanaku. Dan kemudian ku berikan padanya. Dia sangat terkejut ketika ku berikan ponselnya. Aku tahu dia pasti panik waktu mengetahui ponselnya tidak ada padanya. Dia lalu tersenyum dan berterima kasih padaku.

“Gamshahamnida, Kyuhyun-sshi! Aku sedikit kaget dia menyebut namaku. “bagaimana caranya aku harus membalas budimu?” tanyanya padaku.

Aku menatap matanya. Dari dulu aku menyukai matanya yang bening dan bulat itu. Semua orang yang menatap matanya pasti akan terpesona olehnya. Tapi Yong Na tak pernah menyadarinya. Memang wajahnya hanya biasa-biasa saja di pandangi dari jauh, tapi coba amati dia dengan jarak yang dekat,  dia mempunyai wajah yang sempurna. Hanya saja kulihat Yong Na tak pernah mendandani dirinya. Sehingga tak ada namja yang tertarik padanya.

Tentunya kecuali aku. Aku sudah menyukainya sejak pertama kalinya dia masuk ke sekolah ini. Dia merupakan hoonbaeku di sekolah. Dia juga mempunyai otak yang encer dan tahun ini dia terpilih menjadi ketua Osis di Paran High School.

“Kau tidak perlu membalas budiku. Namun hanya ada satu hal yang bisa kau lakukan untukku!”

Alisnya terangkat dan berkata “Sebutkan permintaanmu!”

“Berkencanlah denganku!

Kyuhyun P.O.V  End

“Mwo??? Aku terperangah kaget mendengar perkataannya. Mana ku sangka dia akan meminta hal seperti itu.

“Baiklah aku akan berkencan denganmu hari minggu depan. Aku lagi banyak tugas minggu ini, aku juga tahu kau juga lagi sibuk! Bagaimana?

“Aku akan menjemputmu hari minggu depan  nanti! Nah, sekarang ku antar kau pulang!” dia langsung menarik tanganku dan aku pun menurut masuk ke dalam mobilnya. Lagi pula ini juga sudah tengah malam dan aku pengen sekali tidur!

Kyuhyun menurunkanku tepat di depan rumahku dengan selamat. Semenjak malam aku bertemu dengannya itu hari-hariku kemudian terasa lebih baik dari pada hari sebelum aku bertemu dengannya.

Sekarang, jika aku berpapasan di sekolah dia sering menegurku dan begitupun sebaliknya. Tidak seperti dulu, kami hanya saling melewati tanpa bertegur sapa. Dia juga sering mengirimiku pesen singkat dan menelponku jika pada hari itu kami tak sempat bertemu. Sekedar bertanya bagaimana keadaanku atau apapun yang sedang kulakukan. Aku sangat senang dia memperhatikanku.

****

Hari minggu yang kutunggu-tunggu itu pun datang. Pagi tadi aku membongkar semua isi lemari pakaianku. Lalu aku memilih baju yang bisa membuatku nyaman memakainya ketika kencan bersama Kyuhyun. Setelah itu aku duduk di depan meja rias dan kemudian merias wajahku secantik mungkin. Aku tak ingin membuat Kyuhyun merasa kecewa telah mengajakku berkencan dengannya.

Hari ini langit begitu cerah, walaupun matahari belum muncul sepenuhnya di langit. Tapi itu takkan menjadi penghalang acara kencanku hari ini.Pukul 10.00 tepat sesuai dengan janjinya, dia menjemputku. Lalu akupun berpamitan pada Appa dan Ummaku. Tepat pada saat itu Kyuhyun juga berpamitan pada orang tuaku. Dia benar-benar sopan.

“Kau sangat cantik hari ini!” katanya ketika kami sudah berada di dalam mobil. Aku lalu memandangnya dan berkata “Kau juga sangat tampan hari ini.” Dia tersenyum mendengarnya. Tangan kanannya bebas membelai rambutku yang ku gerai.

Jantungku berdetak cepat. Napasku tertahan dan aku hanya menatap Kyuhyun tanpa berkedip. Seulas senyuman ku sunggingkan di bibirku. Aku tak tahu kemana Kyuhyun akan membawaku. Aku tak peduli. Yang penting aku bisa bersama Kyuhyun lebih lama lagi. Dan kemudian dia pun menjalankan mobilnya.

Ternyata Kyuhyun membawaku ke sebuah restoran terkenal di Seoul, salah satu restoran favoritku. Aku hanya pernah satu kali ke sini waktu Appa dan Ummaku mengajakku makan disini untuk merayakan ulang tahunku yang ke-11.

Meskipun itu sudah 5 tahun lalu, namun aku masih mengingat rupa restoran itu dan restoran itu langsung menjadi salah satu restoran favoritku. Aku sangat kagum dengan interior restoran itu, interiornya bergaya pedesaan inggris yang hangat dan nyaman. Terdengar alunan lembut melodi lagu-lagu klasik. Aku sangat menyukai suasananya.

“Aku tak salah,kan mengajakmu kesini!” Kyuhyun sambil memandang wajahku yang sedang tersenyum. Kyuhyun memilih meja tepat di sudut ruangan.

“Ne, pilihanmu sangat tepat!”

“Apakah kau pernah datang kesini?”

Aku lalu mengacungkan jari telunjukku. “Hanya satu kali, ketika hari ulang tahunku yang ke-11.

“Oh, kalau begitu, aku akan mengajakmu kemari lagi saat hari ulang tahunmu!”

“Ah, tak perlu! Sudah kau ajak ke sini untuk kedua kalinya itu sudah cukup bagiku!” tolakku cepat. Tapi dalam hatiku berteriak mengiyakan ucapaannya.

“Tak apa. Aku akan mengajakmu nanti”

Seorang pelanyan menghampiri kami dan memberikan daftar menunya. Setelah pelayaan itu pergi dengan membawa pesananku, aku kembali memandang sekeliling. Tak lama pesanan kami datang!

Kyuhyun P.O.V

“Ayo, cepat habiskan makananmu. Kita harus pergi ke tempat lain lagi setelah ini! Dan kita tak boleh terlambat.” Kataku begitu pesanan kami tiba di atas meja.

“Kemana lagi?” wajahnya berseri-seri. Aku menatapnya dan tersenyum. “Itu rahasia.”

Setelah menghabiskan dan membayar makanan kami. Aku akan membawanya ke sesuatu tempat. Kami tak perlu menggunakan mobil karena tempatnya sudah tak jauh lagi dari restoran itu.

“Kita akan kemana? Mengapa tidak memakai mobil saja?” tanyanya ketika aku tidak berjalan ke tempat tadi aku memarkirkan mobilku.

Aku lalu meraih tangannya dan menggemgamnya. Dia agak kaget dengan tindakanku itu, tapi dia tak menarik tangannya kembali. “Nanti kau akan tahu. Tempatnya dekat dari sini,kok!” Ku lihat Yong Na mengangguk tanda mengerti. Dan aku pun membawanya pergi ke suatu tempat dengan berjalan kaki.

Aku sangat menikmati suasana seperti ini. Rasanya aku tak mau melepaskan tangannya. Tak mau. Aku ingin terus seperti ini. Menggenggam tanggannya dengan hangat dan melindunginya selamanya. Aku menyukai suaranya yang lembut dan juga mata beningn yang selalu bersinar. Aku ingin dia hanya melihat padaku tidak pada yang lain.Aku sangat mencintainya sejak awal aku melihatnya. Falling in love at the first sight.

Aku terus membawanya ke tempat yang kutuju. Dan tak butuk waktu lama, kami telah sampai di sebuah taman kecil.

Kyuhyun P.O.V  end

Kyuhyun terus menggenggam tanganku erat. Awalnya aku sedikit terkejut, tapi aku menyukainya. Dia membuatku semakin mencintainya. Hatiku terasa tenang bersamanya. Aku ingin terus bersamanya. Menghabiskan seluruh hidupku dengannya. Aku harap semua itu bukan hanya sekedar mimpi.😛

Ternyata Kyuhyun mengajakku ke sebuah taman kecil. Aku akui aku baru mengetahui keberadaan taman ini di Seoul atau mengakui ini adalah kunjungan pertamanya di taman ini.

Taman itu hanya sebuah taman kecil yang terletak di sudut jalan. Ada sebuah kolam yang tidak terlalu besar di kelilingi oleh jalan setapak dan pepohonan yang berderet sepanjang jalan setapak. Taman itu terlihat indah di mataku. Di tambah kicau burung diantara dedaunan pohon menambah kesan damai di taman ini.

“Ayo, kita duduk di sana saja!” Kyuhyun menunjuk salah satu bangku panjang bercat coklat yang berderet di pinggiran jalan setapak, menghadap ke kolam. Sudah ada beberapa bangku yang terisi.

Aku melihat ada yeoja dan namja sedang berpacaran di bangku lainnya. Ada juga seorang namja di bangku agak jauh dari couple itu bersama seekor anjing, dia pasti sedang mengajak anjingnya berjalan-jalan. Ku lihat juga sepasang suami-istri yang mendorong kereta bayi di sepanjang jalan setapak sambil tertawa.

Suasana taman itu membuat hatiku tenang dan menyejukkan jiwaku. Semua beban yang kurasakan akhir-akhir ini serasa menghilang. Aku merasa tubuhku ringan melayang. “Aku senang berada di sini.”

“Aku sering ke sini, jika aku merasa stress atau putus asa. Tempat ini bisa  menenangkan hati dan pikiranku sejenak. Melupakan semua masalah yang sedang ku hadapi. Membuka pikiranku untuk berpikir apa yang harus aku lakukan menghadapi masalah yang ada. Aku juga pergi ke sini ketika aku sedang sedih.” Ucap Kyu ketika aku sudah duduk di sampingnya. Aku membiarkannya bercerita sepuasnya.

“Sama ketika aku kehilangan Ummaku.” Air matanya jatuh menimpa pipinya. Dia menangis dan segera ku hapus air matanya. “Waktu itu malam telah larut dan saat itu juga tengah hujan deras.Aku masih sangat muda, usiaku baru menginjak 8 tahun. Aku dan orang tuaku berada di dalam mobil untuk pulang kerumah. Kami pulang dari menghadiri sebuah acara Appaku, aku tidak tahu acara apa.”

“Penglihatan Appaku sudah tidak baik lagi, apalagi saat itu jalan hampir tidak kelihatan karena tertutup oleh air hujan. Appa tidak bisa lagi mengendalikan mobilnya. Aku sangat takut saat itu, dan aku hanya bisa menangis. Ummaku  mencoba untuk menenangkanku. Aku lalu memeluk Ummaku dengan erat. Ku dengar suara Ummaku berteriak dan setelah itu aku tak tahu apa apa lagi. Yang jelas ketika aku terbangun aku sudah tak mendapati Ummaku lagi. Appaku bilang Umma sudah beristirahat dengan tenang di tempatnya. Saat itu aku belum mengetahui apa artinya kematian. Aku sangat terpukul setelah tahu aku takkan bisa bertemu dengan Umma lagi seumur hidupku. Aku merindukannya”  aku hanya diam mendengar semua ceritan Kyuhyun.

“Menangislah sepuasnya. Aku akan menunggu sampai hatimu tenang.” Ucapku padanya. Kyuhyun mendengarnya ,lalu dia merebahkan kepalanya di pundakku. Aku lalu memengang tahannya kemudian mengusapnya, berusaha untuk menenangkannya.

Kyuhyun P.O.V

“Menangislah sepuasnya. Aku akan menunggu sampai hatimu tenang.” Aku mendengarnya berbicara. Lalu tanpa sadar aku merebahkan kepalaku di pundaknya. Setelah itu dia memegang tanganku dan mengusapnya.

Perlahan tangisku mulai mereda. Dia masih tetap memegang tanganku. Setiap kali aku mengingat Umma, aku pasti akan selalu menangis di sini. Taman ini seolah menjadi saksi bisu kesedihanku. Saking seringnya aku ke sini aku tak tahu sudah beberapa kali aku datang ke taman ini. Cuma bedanya sekarang, aku bersama Yong Na pergi ke taman ini, sebelumnya aku hanya sendirian duduk di bangku ini. Aku sangat senang dia ada di sini.

Ah, aku hampir lupa tujuanku membawa Yong Na kesini. Rencananya aku akan melamarnya di sini. Aku pun menegakkan tubuhku kembali. Kemudian aku membalikkan tubuhku menghadapnya. Ku keluarkan sebuah kotak kecil bewarna biru dan berkata padanya sambil menatap matanya yang indah itu “Yong Na, would you marry me?”

MWO???” dia terlihat sangat terkejut. “Bagaimana bisa? Kita kan baru kenalan 2 minggu yang lalu.!?”

“Aku tahu itu tapi kau tidak pernah tahu. Aku sudah mengenalmu sejak lama bukan hanya 2 minggu. Aku mengenalmu sejak kau baru menjadi murid di Paran High School. Tepatnya saat aku member kata penyambutan untuk murid baru. Aku tak sengaja menangkap sosokmu. Sejak saat itu aku berusaha mencari informasi tentangmu. Alamat rumahmu, tanggal lahirmu, nomor ponselmu, semuanya!Aku mengikutimu saat jam pulang sekolah sampai aku yakin kau sampai di rumahmu dengan selamat. Sebenarnya sejak dulu juga aku ingin menyatakan perasaanku padamu tapi aku terlalu takut dengan penolakkan Aku jatuh cinta padamu saat pertama melihatmu, Aku kembali jatuh cinta saat ini dan saat yang akan datang!

Sekali lagi aku katakan, “Yong Na, saranghae jeongmal saranghae!”

Kyuhyun P.O.V end

Aku mendengar semua perkataan Kyuhyun dengan jangtung yang berdetak cepat. Aku tak bisa bernafas dengan benar. Seakan semua oksigen di sekitarku hilang. Bernapaslah, Yong Na! aku menyuruh diriku bernafas. Aku tidak bisa mengalihkan mataku dari Kyuhyun. Aku tak bisa lagi mendengar suara-suara lain kecuali suara Kyuhyun dan debar jantungku sendiri. Tak bisa lagi ku pungkiri aku juga telah jatuh cinta padanya

“Yong Na, saranghae jeongmal saranghae!”

“Naddo saranghaeyo, Kyuhyun!” setelah berkata seperti itu, dia memakaikan sebuah cincin berwarna silver di jari manisku. Kurasakan Kyuhyun menarik tubuhku kedalam pelukannya. Dia memelukku agak lama. Aku teringat sesuatu

Aku langsung melepaskan pelukannya. Dia menatapku heran. “Ada apa?”

“Aku belum mau menikah denganmu sekarang, aku masih ingin bersekolah dan mengejar cita-citaku!

Dia tertawa mendengarnya. Aku segera memasang wajah cemberutku. Aku serius. “Baiklah, lagi pula aku juga masih harus bersekolah. Kalau begitu, kita anggap ini tunangan saja, ya?”

“Begitu lebih baik!” kami pun melewati hari itu dengan penuh senyuman. Aku sangat senang.

Aku banyak mendapatkan beberapa hal. Pertama, ternyata semua mimpiku tentangnya semua menjadi kenyataan. Kedua, aku mengetahui tentang taman yang indah ini. Dan yang terakhir, ternyata bisa melihat seorang Cho Kyuhyun juga menangis.

****

“Kyuhyun-ah, kita mau kemana?” tanyaku ketika Kyuhyun mengajakku pergi. Dia sekarang berada di rumahku.

“Sudah sana, cepat ganti baju. Dandan yang cantik!” perintahnya padaku dan aku lekas berjalan menuju kamarku dan berganti baju. Setelah itu aku kembali menemui Kyuhyun di ruang tamu rumahku.

“Sudah siap?” aku menganggukkan kepalaku pelan.

“Sebenarnya kita mau kemana?” tanyaku ketika aku sudah berada di dalam mobil Kyuhyun yang sedang melaju di jalan.

Kyuhyun tersenyum sebentar. “Kau masih ingat restoran yang pernah kita datangi waktu kencan pertama kita?” tanyanya sambil tetap berkonsentrasi untuk menyetir.

Restoran itu? Ya tentu saja aku mengingatnya. Itu merupakan restoran yang sangat ku sukai. Mana mungkin aku melupakannya.

“Ya, tentu saja!”

“Kau ingat aku pernah berkata aku akan mengajakmu lagi ke restoran itu pada hari ulang tahunmu?” dahi Kyuhyun mengkerut. “Kau tidak ingat?”

“Ah, benar! Seruku tiba-tiba. “Aku baru ingat ini hari ulang tahunku yang ke-17! Kyuhyun-ah kau mengingatnya! Apakah kita akan makan malam di sana?”

“Ne, kita akan kesana!” Kyuhyun mengangguk. “Yong Na~ah!”

“hmm?”

“Gomawo, sudah ada di sini bersamaku.” Dia menggenggam tanganku.

Aku tersenyum memandang namja yang duduk di belakang kemudi itu. Aku lalu menatap tanganku yang hampir tak terlihat dalam genggaman tangannya. “Ne. Cheonmaneyo!”

Aku suka sekali bila Kyuhyun menggenggam tanganku seperti ini. Rasa hangat menjalari tubuhku dengan genggaman tangannya. Aku bahagia bersamanya. Aku senang bila dia menggenggam tanganku, karena itu bisa membuatku merasa dia akan selalu bersamaku.

“Yong Na!” panggilnya lagi!

“Ada apa?” tanyaku heran.

“Apakah kau ingat, saat malam di mana aku mengembalikan ponselmu dan mengantarmu pulang? Kau terlihat sangat lucu saat itu!” katanya sambil tersenyum. Aku tak mengerti.

“Aku tahu saat itu kau lagi sibuk dengan statusmu sebagai ketua Osis. Dan aku tahu pasti kau selalu pulang larut malam. Jadi waktu itu aku selalu menunggumu sampai kau selesai dengan semua tugasmu. Aku menunggumu lama sekali. Sampai kemudian kau pun keluar dari ruanganmu itu. Aku lalu ingin menghampirimu tapi kakiku malah menyenggol sesuatu. Dan itu membuat mu berbalik dan kau berteriak. Kau mengira aku ini hantu. Setelah itu kau berlari keluar. Aku pun mengejarmu, namun aku berhenti mengejarmu karena aku mendengar suara dari arah ruanganmu. Karena penasaran aku pun masuk ke dalam ruanganmu.” Kyuhyun menarik nafas sejenak. “Ternyata itu suara ponselmu, kau melupakan ponselmu yang tergeletak di atas mejamu. Lalu aku pun berniat mengembalikan ponselmu segera. Dan sekarang kau telah mendapatkan ponselmu berkat aku!”

Aku mencerna semua perkataannya. Dan berpikir sejenak. “Jadi kau yang menyebabkan suara berisi itu dan juga suara derapan kaki yang ku dengar saat aku berlari?”

“Tepat!” Katanya sambil tersenyum.😀

KKEUT

Annyeonghaseyo yeorobun,, sebenarnya FF ini adalah FF debutku jadi author dan FF in juga udah pernah aku publish di sini. Tapi aku ada ubah dikit ceritanya dengan tambahan judul ( [Nakyu Moments]).

Leave your komen or nggak juga gapapa.. Orangkan bebas milih/..

Sekian- Dennha Park

2 thoughts on “[NaKyu Moment] : LET ME BE THE ONE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s