WHEN TOMORROW COMES



By Nabila Cho Djibril

Bodoh,” gumamku sambil terisak. “Kau benar-benar orang terbodoh yang pernah ku kenal. Ku tatap nanar ke arah tanah merah yang menggunung di depanku.

Jauh didalam sana telah terbaring seseorang yang begitu berharga untukku. Yang telah menemaniku hampir seumur hidupnya. Tapi kini dia telah tertidur lagi dalam damai. Meninggalkanku untuk selama-lamanya.

Kulihat Ibunya menangis histeris sedangkan Ayahnya berusaha untuk menenangkan Istrinya yang begitu terpukul dengan apa yang terjadi pada anak laki-lakinya dan kakak perempuannya juga ikut menangisi kepergiannya sambil memeluk foto adiknya yang begitu disayanginya. Miris sekali. Mungkin mereka lebih merasakan sedih daripadaku. SNSD, TVSQ, dan semua artis SM datang melayat.

Disampingku , Leeteuk Oppa memegang nisan magnae-nya. Wajahnya basah kerena air mata. Telukis jelas bagaimana kesedihan didalam hatinya di wajahnya. Sungmin Oppa dan Ryeowook Oppa saling berpelukan menangis. Eunhyuk Oppa hanya duduk diam membatu menatap ke arah makam. Disebelahnya Donghae menangis tersedu-sedu sambil menutup wajahnya dengan sapu tangan.

Dibarisan paling belakang duduk Yesung Oppa, Heechul Oppa, dan Shindong Oppa. Mereka sengaja menjauh karena tidak kuasa melihat magnae mereka dimakamkan. Kangin Oppa diberi free sehari dari kewajibannya untuk hadir dipemakaman ini. Hanya Siwon Oppa yang tetap mencoba tegar dan tidak menangis. Tapi aku tahu di dalam hatinya tersimpan sejuta kesedihan.

“Lihat, berapa banyak orang yang menangisi kepergianmu itu,” kataku nyaris tak kedengaran. Aku serasa tidak mempunyai tenaga lagi walaupun hanya mengucapkan dua patah kata. Leeteuk Oppa lalu memelukku dan berkata, “Dia adalah dongsaeng yang luar biasa. Dia orang yang kuat. Jadi kita semua harus kuat menerimanya.”

Tiba-tiba, seorang pria dating dengan pakaian hitam-hitam mendekat kearah makam. Ku dengar Ryeowook langsung berseru, “Han Kyung hyung, kau datang!”

Serentak aku menoleh kearah pria itu. Benar, dialah Hangeng Oppa.

“Ya, aku datang. Bagaimana bisa aku tidak datang. Hyung macam apa aku ini jika aku tidak datang kesini?” katanya.

“Aku juda datang.” Semua orang langsung menoleh ke arah suara itu.

Kibum Oppa. Dia juga datang. Tangisan Sungmin dan Donghae makin kencang. Kangin Oppa dengan suara pelan berkata, “ Uri Syuphe Juni.. o..e..o”. Yesung, Shindong, dan Heechul Oppa langsung maju dan memeluk Kibum Oppa. Dan mereka memberikan salam perpisahan terakhir untuk Kyuhyun, magnae, evil, GaemGyu- mereka.

Satu persatu pelayat meninggalkan pemakaman. Ibu Kyuhyun mencium nisan putranya sebelum pulang. Disusul, Ah Ra Eonni dan Ayahnya. Kini hanya tinggal aku yang masih tinggal.

Aku masih tidak bisa mempercayai Kyuhyun sudah tiada. Dia telah pergi. Tumbuh seribu penyesalan didalam hatiku. Andai aku tahu dia akan pergi secepat ini, tidak akan aku lewatkan sedetikpun dan tetap disampingnya. Tidak akan ku biarkan dia merasa kesepian.

“Kenapa wajahmu pucat begitu?” tanyaku ketika mampir ke dorm setelah pulang dari kantor.

“Ani.. mungkin hanya kecapekan. Jadwal kami hari ini begitu melelahkan. Lihat saja Ryeowook hyung tidur seperti itu,” dia menunjuk ke arah Ryeowook yang tidur dalam posisi duduk diatas sofa.

“Dia bahkan belum mengganti baju sejak pulang dari SBS,” aku hanya mengangguk mengerti.

“Kalau begitu, kau harus beristirahat sekarang.”

Dia selalu mengelak ketika aku bertanya-tanya mengapa dia selalu kelihatan pucat. Pernah sekali kudapati dia mimisan. Dan menghindar ketika ku tanya dia.

Dia tertawa terbahak-bahak ketika mendengar leluconku. Tapi senyumku hilang ketika melihat darah segar mengalir dari hidungnya. Dengan sigap aku mengambil tissue dan menempelkannya dihidungnya.

“Pegang ini dan lihat keatas,” aku mengadahkan kepalanya. Dan kemudian mengambil air untuk membersihkan darahnya.

“Kenapa bisa begini?” tanyaku ketika mimisannya sudah teratasi. Dia hanya mengangkat bahunya.

“Tidak apa-apa. Sungguh!”

“Aku tidak bisa tenang kalau kau belum ke dokter. Kau harus kedokter memeriksakan kesehatanmu, Arasso?”

“Ara.” Dia lalu tersenyum ke arahku.

Namun, hingga beberapa hari, bulan kedepan dia tidak mengatakan yang sebenarnya padaku. Dia hanya berkata dia hanya butuh istirahat. Dan aku dengan tololnya mempercayainya. Sampai suatu hari yang mengejutkanku, yang menyadarkanku bahwa Kyuhyun menyimpan sesuatu yang tidak ingin di tahu siapapun termasuk aku. Dia telah berbohong untuk menutupi semuanya.

Aku berlari di dalam rumah sakit. Nafasku naik turun. Aku tak tahu apalagi yang kulakukkan beberapa menit kebelakang. Ah Ra eonnie tadi menelfonku dan mengatakan bahwa Kyuhyun koma. Tanpa babibu, aku melesat ke rumah sakit ini.

Setelah bertanya pada resepsionis, aku langsung menuju ke ruang ICU. Disana Ibu dan Ayahnya duduk dengan gelisah. Ahra Eonni berdiri didepan pintu ICU dengan cemas.

“Eonnie, ige mwoya!” Ahra eonnie menoleh kearahku dan langsung memelukku. Dia menangis. “Kyuhyun… dia menderita Kanker otak stadium akhir.”

Kata-kata Ahra eonnie bagaikan petir yang langsung menyambarku. “Bagaimana bisa?”

“Kami awalnya tak tahu. Tapi saat aku memasuki kamarnya. Aku menemukan dokumen yang tak ku tahu apa. Karena penasaran,aku membacanya, dan…” Ah Ra tidak dapat menemukan suaranya lagi, dia hanya menangis.

Seketika kakiku mulai goyah. Air mataku turun membasahi wajahku. Aku memandanginya dari kaca pintu. Ditubuhnya banyak dipasangi kabel-kabel. Aku tak tahan melihatnya.

“Kyuhyun ah!” ucapku pelan.

Setelah beberapa minggu, dia mulai sadar. Dia tersenyum ketika aku masuk kedalam kamarnya. Namun tidak denganku, aku langsung menangis.

“Ya… Yong Na.. kenapa kau menangis. Tak rindukah kau denganku?” ucapnya terkekeh. Dia masih saja bisa tersenyum padahal aku sama sekali tak bisa tersenyum sekarang. Tidak bisa jika melihat keadaannya sekarang.

Dia mengusap air mataku. “Kau tidak boleh menangis, apalagi ketika aku sudah tidak ada. Siapa yang akan menghapus air matamu jika aku meninggal nanti.” Tangis ku makin kencang ketika dia berkata seperti itu.

“Oppa. Jangan bicara seperti itu. Tentu saja kau yang akan menghapus air mataku selamanya. Kita akan bersama selamanya ‘kan. Katakan padaku walaupun kau harus berbohong, bahwa kau tidak akan meninggalkanku!”

Dia lalu mengangkat wajahku hingga mata kami bertatapan. “Jika besok aku pergi, berjanjilah padaku tak akan menangis jika kita berpisah nanti?” dia mengulurkan jari kelingkingnya.

Namun, aku menepis tangannya. “Ani.. aku tak mau berjanji.”

“Ayolah, arwahku tidak akan tenang jika kau tidak berjanji padaku.” Bujuknya dan akhirnya aku pun luluh dan berjanji padanya.

“Berjanjilah juga kau akan mencari penggantiku. Yang bisa menemanimu seumur hidup. Yang lebih daripadaku.”

“Kau yang terbaik, Oppa. Tidak ada yang bisa melebihimu bagiku.” Selaku. Dia mengacak rambutku.

“Saranghae.”

“Nado Saranghae Oppa.”

Akhirnya keesokan harinya, terjadilah apa yang aku tidak ingin terjadi. Dia benar-benar pergi. Benar-benar pergi meninggalkanku. Aku memeluk nisannya seolah yang kupeluk itu adalah dirinya.

Bagaimana sekarang, Oppa? Bagaimana aku kedepan tanpamu Oppa-ya? Bagaimana? Aku bagaikan malam surat tanpa perangko sekarang. Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Waktu terasa berhenti berputar.

“Yong Na-ah. Sudah mau hujan. Lebih baik kita pulang.” Aku tersentak kaget. Ku kira semua orang sudah pulang. Aku mengangguk.

Siwon Oppa membantuku berdiri. “Annyeong, Kyuhyun Oppa.” Ucapku. Lalu kamipun berjalan menjauh dari pemakaman.

Akankah aku bisa menemukan penggantinya? Pengganti Kyuhyun Oppa? Jawabanku adalah tidak. Walaupun nanti, jika suatu hari nanti aku menemukan seseorang yang menjadi pendamping hidupku tidak akan ada yang bisa menyaingi rasa cintaku pada Kyuhyun.

Karena dia yang pertama. Dan selalu menjadi utama bagiku. Meskipun, aku sudah menemukan seseorang yang menemaniku. Takkan ada yang bisa seperti Kyuhyun. Tidak ada.

The END

04 February 2011- 08:00 AM -12:27 PM

Inspiratiod by Super Junior M Song- Blue Tomorrow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s