We Miss You


Janjimu. Janjimu hanya debu, hanyalah angin yang tidak pernah bisa ku raih. Janjimu, tak pernah nyata untukku. Dirimu, dirimu kini yang pergi meninggalkan kami dengan air mata. Dirimu, hanya menyisakan kenangan bersama yang bahagia. Karena, banyak sudah air mata yang tertumpah. Menangisimu, menangisi kepergianmu.

Dorm ini seperti kuburan saja. Semua hyungku terdiam dalam khayalannya masing-masing. Aku sepenuhnya mengerti perasaan mereka. Karena aku juga merasakan apa yang mereka rasakan. Semuanya terlihat lelah, lelah pikiran dan juga lelah hati. Kami habis perform di sebuah acara music.

Ku lihat Heechul hyung duduk di sofa ruang tamu sambil menundukkan kepalanya. Leeteuk hyung memandang keluar jendela dengan hampa. Eunhyuk hyung terdiam membisu, matanya merah habis menangis. Sungmin hyung, Siwon hyung  dan Yesung hyung langsung masuk kedalam kamar mereka. Sementara Shindong hyung dan Ryeowook hyung langsung masuk ke dapur. Dan hanya suara isakan Donghae hyung yang sekali-sekali terdengar. Aku memandang mereka dengan hati nanar.

“Hyung, apa ada yang mau makan?” suara Ryeowook  memecahkan kesunyian yang menyelubungi kami. Dia memandangku dan bertanya, “Kyuhyun, mau makan?”

“Tidak, aku tidak lapar!” mendengar jawaban Heechul hyung yang sudah bangkit dari sofa dan masuk kedalam kamar, Ryeowook lalu memandang yang lain. “Aku sudah memasak, ayo makan!”

Eunhyuk lalu mengikuti Ryeowook menuju meja makan. Di meja makan sudah menunggu Shindong dengan wajah muram. Lalu Leeteuk hyung menepuk pundakku. “Ayo kita makan, kita juga membutuhkan tenaga!” aku mengangguk dan bersama dengan Leeteuk hyung mengikuti Eunhyuk.

Berkali-kali aku membolak-balikkan tubuhku di atas ranjangku. Aku tidak bisa tidur. Ku lirik Sungmin yang tertidur karena kelelahan. Karena mataku tak juga mau terlelap, aku memakai mantelku dan memutuskan jalan-jalan sebentar.

“Kyuhyun-ah, mau kemana kau malam-malam begini?” Yesung hyung bertanya ketika melihatku ingin keluar.

“Aku tidak bisa tidur. Aku ingin jalan-jalan ditaman dekat sini saja!” jawabku sambil memandangnya. Raut wajahnya sama saja dengan hyung-hyungku yang lain. Sedih, muram, dan kecewa.

“Oh, jangan lama-lama ya!” pesannya padaku. “Pakai jaket yang tebal, diluar sudah turun salju.”

“Nde, hyung!”

Aku melangkahkan kakiku keluar dari dorm dengan pelan menuju taman yang terletak tak jauh dari dorm. Salju berlomba turun menutupi jalan-jalan. Aku merapatkan mantelku ketika aku merasakan hembusan angin bulan desember.

Aku duduk disebuah ayunan di taman itu. Ku hirup udara yang terasa sejuk. Tiba-tiba, diluar kesadaranku, air mataku keluar membasahi wajahku. Aku mengusapnya, tapi air mata itu tak mau berhenti keluar.

Aku tak tahu kapan terakhir kalinya aku menangis, yang kutahu sekarang aku menangis karena kehilangan seseorang yang telah berada bersama kami selama hampir 5 tahun. Bukan hanya aku yang merasa kehilangan, semua hyungku merasakan hal yang sama denganku dan juga para ELF di seluruh dunia. Aku tahu Leeteuk hyung memengang tanggung jawab yang besar terhadap semua membernya. Dia selalu mencoba tersenyum padahal hatinya sedih.

Setelah Kibum hyung memutuskan untuk vakum dari Super Junior karena lebih memilih karirnya sebagai seorang aktor, Kangin hyung juga memutuskan masuk wajib militer. Semua member merasakan kesedihan dan kehilangan yang sangat mendalam. Tetapi Leeteuk hyung, leader kami yang menurutku adalah leader yang paling hebat, memberi kami semangat untuk tetap bertahan.

Dan hari ini tanggal 22 Desember 2010, Hankyung hyung sudah diputuskan menang dalam gugatannya yang terhadap SM. Dia telah bebas dari Super Junior. Dia takkan pernah kembali lagi ke Super Junior. Dan berkurang lagi satu member kami.

Aku merasa tidak berguna. Tak bisa melakukan apa-apa untuk menahan Hankyung hyung untuk tetap tinggal. Walaupun aku mengerti perasaannya yang merasa tertekan dengan jadwal gila Super Junior dan disisi lain juga dia merindukan ibunya. Aku mengerti, aku benar-benar mengerti.

Tanpa sengaja aku melihat seseorang yang sedang berjalan kearah taman ini dan dia duduk di sebuah bangku panjang, memunggungiku. Walaupun penerangan ditaman itu tidak jelas, aku bisa mengetahui orang itu adalah Heechul hyung. Lalu kuhapus air mataku dan menenangkan hatiku, lalu berjalan menghampirinya.

“Hyung!” panggilku, lalu dia pun menegokkan kepalanya ke arahku. Dia tersenyum kecil. Aku pun duduk disampingnya.

“Kau juga ada disini, Kyu!” ujarnya kembali menatap kedepan. “Kau tahu ini merupakan tahun terburuk bagiku.”

Aku mendengus pelan, “Bukan hanya bagimu,hyung. Aku juga merasa seperti itu.”

“Kita semua merasakannya!” ucapnya lagi, dia menghela nafas dengan berat dan menghembuskannya pelan. “Ah, rasanya semua seperti mimpi. Tidak nyata. Aku ingin sekali esok terbangun dan masih mendapati Hankyung tidur disampingku.”

“Memintanya memasakkan aku nasi goreng Beijing buatannya.” Heechul hyung menerawang “Dan mengajarinya bahasa korea, walaupun yang kuajarkan bukan kata-kata yang baik. Membalas surat-surat dari ELF untuk kami.”

Aku masih terdiam. “Merayakan natal bersama dengan kalian meskipun kami sebenarnya kami tidak merayakan natal. Dan melewati tahun baru bersama-sama. Ber-13. Seperti yang kita biasa lakukan tahun-tahun sebelumnya.”

“Bisakah kita melakukannya lagi? Bisakah kita kembali merasakan saat-saat bahagia itu? Tanyanya dengan suara parau dan menatapku sendu. Aku tak tahu harus berkata apa. Aku tak yakin dengan semua itu. Mataku memanas. “Akankah mereka kembali?

Kulihat air matanya juga mulai turun diwajahnya. Heechul hyung menangis. “Aku merindukan, saat-saat kita bersama-sama seperti dulu, Kyu.” Hatiku tersayat-sayat mendengarnya.

“Aku juga hyung. Aku juga merindukan mereka!”

Akhirnya malam itu kami menangis bersama. Mengenang orang-orang yang kami sayangi. Mengeluarkan apapun yang kami rasaakan.

Sekarang semua terasa berbeda. Kalian tahu mengapa berbeda? Karena kami sekarang harus melakukan pekerjaan kami tanpa kalian. Setelah 5 tahun bersama, melewati badai yang menerjang. Tertawa, tersenyum, menangis, semuanya bersama-sama.

Walaupun kalian tak disini bersama lagi, kita tetap adalah sebuah keluarga. Kalian tetap menjadi bagian dari kami. Dan selama akan tetap seperti itu dan takkan pernah terlupakan dengan mudah oleh semua orang yang mencintai kita, Super Junior dan juga ELF.

Note : Annyeong Yeorobun,, publish FF lagi,,, sebenarnya nie FF udah lama, mungkin sejak bulan Desember waktu masih lagi beritanya Hangeng yang sudah bebas dari SM ent. Ya ungkapan perasaanku terhadap mereka. Sedih banget nerima kenyataan bahwa Super Junior kita ngak akan lagi tampil dengan utuh… huhuhuu… *nangis dibahu Kyu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s